Lihatlah Angin
Lihatlah angin, geliat gemulainya menyentuh wajahmu, syahdu irama nyanyian rindu menerpa kalbu, lain halnya dengan aku, kayu terbakar
dalam keadaan basah, tanpa bantah aku menerimanya, kejam, jejak kaki melangkah ruah menuju tahta kerajaan cinta, sang pangeran yang sering kau puja memujimu, " melihat indahnya bintang, menyadarkan aku bahwa wajahmu lebih indah darinya ". Dalam hati sang bunga perawan terbisik cinta kepadanya "akankah ruang hati sang pangeran ada untuknya ".
dalam keadaan basah, tanpa bantah aku menerimanya, kejam, jejak kaki melangkah ruah menuju tahta kerajaan cinta, sang pangeran yang sering kau puja memujimu, " melihat indahnya bintang, menyadarkan aku bahwa wajahmu lebih indah darinya ". Dalam hati sang bunga perawan terbisik cinta kepadanya "akankah ruang hati sang pangeran ada untuknya ".
Malu-malu ia.
Comments
Post a Comment