Posts

Lihatlah Angin

Lihatlah angin, geliat gemulainya menyentuh wajahmu, syahdu irama nyanyian rindu menerpa kalbu, lain halnya dengan aku, kayu terbakar

Kepada Kawan

Sekarang aku bisa apa ? Meratapi kepergianmu Dulu, kau tulis harapanmu di langit biru tentang tujuan indah mu, namun apa ?

Selamat Pagi

Selamat pagi pada sunyi yang menguasai Malam telah pergi Kini aku tidak sendiri lagi, ada mentari

Durjana

Dalam tangisan, ada rasa kehilangan Dalam kehilangan, ada rasa kerinduan Disitulah aku merasa durjana Rindu merampas kehadiranmu Membawamu pergi meninggalkanku sendiri Tidak ada lagi jejak untuk dicari Tidak ada lagi senyuman untuk ditunggu Buat apa ? Tanpamu aku bisa apa ? Pikiranku terus meronta-ronta namamu.. Kekasih ~Muhammad Rayhan

Kiamat

Semua bisa datang dan pergi. Semua tidak diundang tapi datang sendiri. Hingga suatu saat ada hari dimana detik di pergelangan tangan tetiba berhenti. Awan dan langit berserentak bergemuruh membawa kabar duka.

Aku Yang Pernah

Aku yang pernah mencintaimu dalam diam yang tak berucap sepatah ucapan. Aku yang pernah merindukanmu dari kejauhan yang dibatasi tabir jarak dan masa.