Posts

Showing posts from April, 2018

Rahasia Yang Hampa

Kamu tau... Mentari itu terbit dari ufuk barat Kamu juga tau... Mentari itu terbenam ke ufuk timur Namun... Kamu tidak pernah  tau bahwa cintaku untukmu hadir  dari segala ufuk. Kamu juga hampa tentang rahasia cintaku yang mulai terbenam ke ufuk timur mengikuti alur senja, yang rona  merahnya telah mengobati rasa rinduku. @muhammad_rayhan

Semuanya... Entahlah

Entahlah... Setiap kamu tersenyum Hatiku dibuat menari olehnya, tidak berhentinya Entahlah... Setiap kamu tertawa Hatiku dibuat menyala olehnya, tidak matinya. Ketahuilah... Bahwa ketika kamu bersedih Hatiku ingin sekali menjadi tempatmu bersandar Ketahuilah... Bahwa ketika kamu menangis Jemariku ingin sekali menghapus derai air matamu Ingin sekali hatiku menampung semua air matamu By : Muhammad Rayhan

Rindu Yang Berat

Rindu yang berat itu bukan merindukan yang sudah mencintai kita. Karena dia sudah tentu merindukan kita.

Karena mu

Wajahmu lebih kurindukan Dari pada mentari senja Senyummu lebih kutunggu

Tenanglah Jiwa Yang Teduh

Apakah ini sajak ataukah puisi ? Aku masih ragu Kedua-duanya masih sangat ambigu

Jika Berhasil Kau Kuasai Dirimu

Sahabatku, janganlah engkau merasa getir segera engkau kan menyesalinya, jaga kesatuan dirimu jika tak ingin unsur dirimu bercerai-berai. Jangan gontai kakimu, melangkah dari taman ini,

Persahabatan

Dan seorang remaja berkata, Bicaralah pada kami tentang Persahabatan. Dan dia menjawab: Sahabat adalah keperluan jiwa, yang mesti dipenuhi. Dialah ladang hati, yang kau taburi dengan kasih

Melesatlah Dengan Sujud

Jika telah kau tapaki jalan kebenaran melesat Cepat engkau menuju ke rumah. Ingatlah, jiwamu itu cahaya langit Ke langit engkau seyogyanya menuju.

Hamba Yang Lemah

Saya bukan pendongeng yang Setiap alurnya menceritakan keajaiban Saya bukan penyair yang Setiap barisnya mengandung makna Saya bukan orang kaya yang Setiap hartanya tak habis-habis

Sia-Sia

Penghabisan kali itu kau datang Membawaku kembang berkarang Mawar merah dan melati putih Darah dan Suci Kau tebarkan depanku Serta pandang yang memastikan untukmu.

Dari Pelukis Buat Penari

Lenganku mengikuti geliat udara Gemulai mega serta cuaca yang padat Oleh kepak camar Dalam naungan senja Tubuhku menyerap ombak Sekaligus menampung hempasan angin sakal Lalu meliuk mengimbangi pasang Mengatasi topan Bersama malam aku terus mengayuh sampan Kekekalan Melewati pelayaran demi pelayaran Melampaui pendakian demi pendakian Sembahyang demi sembahyang O, kedip matamu, penariku idaman Kesatuan roh dan badan Tarianmu keheningan subuh kebeningan ufuk yang jauh Sujud dan rukuk Kekhusyukan yang dipadatkan rindu Bersama fajar lukisanku menggali cahaya Menyulut sumbu waktu Darah dan airmata Warna-warna yang disemburkan kedalaman batu By : Acep Zamzam Noor

Mahakam

Ada sebuah tongkang Bergerak lamban Menuju hulu. Ada sebuah detik Berdetak nyaring di pergelangan tangan.

Air Mata Bukan Kesedihan

Manusia merasa setetes air mata itu sebuah kesedihan

Surat Kecil Untuk Tuhan

Tuhan… Andai aku bisa kembali Aku tidak ingin ada tangisan di dunia ini Tuhan… Andai aku bisa kembali Aku berharap tidak ada lagi hal yang sama terjadi padaku, terjadi pada orang lain Tuhan…

Hatiku Berangan-angan

Bila ku dalam kegelapan, kuharap ada kamu yang datang menerangiku. Bila ku jatuh tersungkur, kuharap ada kamu yang membangunkan ku. Janganlah bersedih, bersedih itu membuat hatiku resah nan gundah. Janganlah menangis, menangis itu membuat hatiku sedih nan patah. Ijinkan aku mencintaimu, itu membuatku kuat. Kuat dalam menunggu balasan perasaanmu padaku. Ijinkan aku merindukanmu, itu membuatku sabar. Sabar akan lamanya menunggu balasan perasaanmu padaku. Ohh jiwa Berat sekali beban yang kamu tanggung Ohh hati Perih sekali beban yang kamu rasa @muhammad_rayhan

Sempurnanya Engkau

Matahari Sinar mu membuat pagiku begitu cerah Bulan Sinar mu membuat malamku begitu indah

Datang dan Pergi

Semuanya bisa datang dan pergi Semuanya tidak diundang tapi datang sendiri

Kepada Kawan

Sebelum ajal mendekat dan menghianat Mencengkam dari belakang ketika kita tidak melihat Selama masih menggelombang dalam dada darah serta rasa

Jangan Menangis

Duhai, Keindahan jiwa yang menghias hatiku Tak ada hari-hari yang lebih indah daripada hari-hariku bersamamu. Tak ada badai yang lebih menakutkan

Cinta

Mereka berkata tentang serigala dan tikus Minum di sungai yang sama Di mana singa melepas dahaga Mereka berkata tentang helang dan hering Menjunam paruhnya ke dalam bangkai yg sama Dan berdamai – di antara satu sama lain,

Terimakasih Tuhan

Aku sangat berterima kasih pada orang tuamu, karena dia telah melahirkan seseorang yang sangat kucintai.

Rindu Yang Tersesat

Rindu ini mengalir begitu saja Deras tak terbendung Menembus tembok luka

Bulan dan Madu

Telah ku ceritakan Pada bulan Bahwa wajahmu

Air Mata Ibu

Ibu  Kau tahan air matamu Supaya aku tahu bahwa Kamu tidak sedang menangis

Rindu Ciptaan Tuhan

Terimakasih Tuhan Telah menciptakan rindu Karena

Angin dan Rindu

Angin, terbanglah padanya Bawalah kabarku

Kutipan Lagu ( Westlife - My Love )

Aku bertanya-tanya bagaimana semua terjadi Aku bertanya-tanya kenapa semua terjadi Aku bertanya-tanya dimanakah Hari-hari kebersamaan kita dulu Lagu-lagu yang kita nyanyikan bersama Dan, oh, cintaku Aku kan bertahan Merengkuh cinta yang tampak begitu jauh

Hilang

Semuanya indah Indah seperti malam Dalam cahaya bintang

Jangan Pergi

"Kumohon jangan pergi Aku masih ingin bersamamu. Kumohon  jangan pergi Aku takut merindukanmu Kumohon jangan pergi