Menjelang Akhir Detik

Di malam yang legam hati menjadi tahanan dalam kesepian, prahara kehidupan tak lagi ku hiraukan, meski hiruk-pikuk ombak menggasak karang tak lagi terdengar kan, lewat celah jendela pecah kulihat bulan
bersenyum indah tak membuat ku lupa bahwa hanya kaulah yang terindah, kicauan burung kenari menyanyi merdu menari riang ditelinga ku tak membuat ku lupa bahwa hanya kau lah yang ku rindu, menjelang akhir detik puisi ini embun pun bersua dengan malam yang hening menjadikan hati serasa tentram abadi hanya dengan mengingat namamu.......kekasih.

~ Muhammad Raihan ~

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

Persahabatan

Cinta