Kepada Kawan

Sekarang aku bisa apa ?
Meratapi kepergianmu
Dulu, kau tulis harapanmu di langit biru tentang tujuan indah mu, namun apa ?
Sekarang, kau sendiri tidak percaya dengan takdirmu, masih bertanya-tanya mengapa ini terjadi padaku, menangis, menderita putus asa.
Aku bisa apa ?
Tak ada lagi senyuman mu untuk ditunggu
Tak ada lagi tawa terlukis indah di wajahmu
Adakah penyesalan, kutanya ?
Buat apa ? Semua bintang telah jatuh tak lagi bersinar di langit semesta, meredup karena ulahmu sendiri.
Dan harapanmu, tujuanmu pada kenyang dilalap api, sekarang apa ? Kau hanya bisa menatapnya satu-persatu menjelma abu.
Adakah cahaya untuk ditunggu, menyinari hidupmu yang hitam.
Adakah sehelai sutra untuk menghangatkan tubuhmu dari dinginnya malam.
Adakah setetes embun pagi untuk menyejukkan jiwamu yang terbakar harapan.
Kepada Tuhanlah tempat kau berkeluh-kesah, menceritakan segala kisah, ceritakan pada-Nya semua penyebab air matamu, mengapa ada penderitaan bagiku, jika saja Tuhan berkenan maka kau akan dibebaskan dari penderitaan kehidupan.

Comments

Popular posts from this blog

Persahabatan

Cinta